Selasa, 30 Juni 2020

5 Tips Hidup Sehat untuk Lansia yang Masih Aktif Bekerja

Memiliki tubuh yang sehat merupakan dambaan semua orang dari segala usia. Terlebih lagi bagi lansia yang masih aktif bekerja, tentunya tetap ingin bugar meski punya banyak kesibukan. Kesehatan tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan hidup sehari-hari. Lalu bagaimana gaya hidup sehat untuk lansia agar tetap bisa aktif bekerja?

Tips hidup sehat untuk lansia yang masih produktif
1. Tidur yang cukup
Untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh lansia disela-sela pekerjaannya, Anda perlu mendapatkan istirahat malam yang cukup. Setidaknya waktu tidur malam yang cukup ialah 7 sampai 8 jam sehari.

Kalau Anda susah tidur, hindari minum kafein (misalnya dari kopi dan teh) di sore atau malam hari. Anda juga bisa coba mandi air hangat sebelum tidur agar tubuh lebih rileks. Bila cara-cara tersebut tidak mempan, konsultasikan dengan dokter.

2. Pola makan yang sehat
Pilihlah makanan yang bergizi untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan terhindar dari penyakit. Tingkatkan asupan sayur dan buah-buahan, makanan sumber protein, vitamin B12, asam folat, zinc, dan kalsium. Ganti asupan lemak jenuh Anda dengan jenis lemak sehat, seperti lemak tak jenuh dari alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan.


sumber : https://bundaelly.com/2020/06/25/5-tips-hidup-sehat-untuk-lansia-yang-masih-aktif-bekerja/

Selasa, 23 Juni 2020

Starter Kit New Normal

Sebelum kita kembali untuk bekerja di kantor atau kembali beraktivitas sosial, jangan lupa untuk persiapan starter kitnya yaa. Apa ajasiiih. Yuk kita bahas satu persatu

1. Tempat Makan pribadi
Selain lebih hygienis, kamu juga bisa loh membawa bekal untuk makan siangmu dari rumah. Hasil eksplorasi menu masakan selama di rumah
2. Masker
Yang ini gaboleh dilupakaan nih. Masker jadi salah satu proteksi kita untuk menghidarkan dan terhindar dari penyebaran virus corona melalui droplet.
3. Peralatan Ibadah
Penting buat yang bakal lama diluar, karena akan lebih baik kalo kita membawa peralatan ibadah pribadi agar tidak bercampur dengan bekas orang lain
4. Personal Hygiene
Siapkan selalu personal hygiene untuk menunjang agar kita selalu bersih. diantaranya ada hand sanitizer, handrub, tissu basah, tissue



BACA SELENGKAPNYA DI : https://imanicareindonesia.or.id/2020/06/15/starter-kit-new-normal/



14 Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui & Tips Menjaga Produksi ASI

Apa saja makanan untuk ibu menyusui yang baik untuk dikonsumsi? Selama masa menyusui, seorang ibu tidak hanya memerhatikan kebutuhan nutrisi untuk diri sendiri, tapi juga untuk sang buah hati. Terutama pada masa 6 bulan pertama di mana buah hati mendapatkan ASI eksklusif dan nutrisi sepenuhnya berasal dari ASI. Simak penjelasan lengkap makanan sehat untuk ibu menyusui di bawah ini.

Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui
Sebelum menjelaskan mengenai apa saja makanan untuk ibu menyusui yang baik untuk dikonsumsi, perlu Anda ketahui bahwa ASI adalah kombinasi protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat yang sempurna. Tidak ada yang lebih baik untuk kesehatan bayi selain ASI.

Leukosit adalah sel hidup yang hanya ditemukan dalam ASI dan membantu melawan infeksi. Antibodi, sel hidup, enzim, dan hormon membuat ASI menjadi asupan yang paling ideal.

Apa yang ibu makan atau minum akan disalurkan melalui ASI pada sang buah hati. Jika seorang ibu tidak dapat menjaga nutrisi makanannya, tentu terdapat juga kemungkinan bayi akan kekurangan nutrisi tertentu.

Berikut adalah beberapa makanan untuk ibu menyusui yang wajib dikonsumsi, di antaranya:

1. Ikan Salmon

Makanan untuk ibu menyusui yang pertama adalah salmon. Sama seperti ketika Anda hamil, ternyata salmon juga direkomendasikan untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan vitamin B12 dan juga asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dipercaya dapat membantu menangkal depresi pascapersalinan.



BACA SELENGKAPNYA DI https://bundaelly.com/2020/06/16/14-makanan-sehat-untuk-ibu-menyusui-tips-menjaga-produksi-asi/

Selasa, 09 Juni 2020

10 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Anak Ini Patut Dicoba

Kesehatan anak nomor satu. Hal itu lah yang umumnya ada di setiap pikiran orangtua. Masalahnya, menjaga agar Si Kecil tetap sehat, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi, kesehatan anak juga dipengaruhi oleh banyak faktor, selain kebiasaan di rumah, seperti lingkungan hingga cuaca.

Orangtua perlu memikirkan hal-hal yang harus diajarkan, agar buah hati terbiasa hidup sehat. Berikut ini, tips yang bisa Anda coba, untuk membantu menjaga kesehatan anak, agar buah hati tidak mudah sakit dan bisa berkembang secara optimal.

Menjaga kesehatan anak, wajib hukumnya
Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak lebih mudah terserang penyakit. Sebab, sistem kekebalan tubuh di usia tersebut belum terbentuk dengan sempurna. Tidak heran, ada banyak anak yang mudah tertular flu hingga cacar.

Meski tidak bisa melindungi buah hati selama 24 jam sehari, beberapa langkah di bawah ini bisa membantu mengurangi risiko anak terkena penyakit, sehingga kesehatan anak pun tetap terjaga.

1. Biasakan agar anak rajin cuci tangan
Membiasakan Si Kecil untuk rajin cuci tangan dengan cara yang benar adalah salah satu langkah menjaga kesehatan anak yang paling sederhana. Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah membuang ingus, menggunakan toilet, serta sebelum dan sesudah makan.



BACA SELENGKAPNYA DI : https://bundaelly.com/2020/05/20/10-tips-untuk-menjaga-kesehatan-anak-ini-patut-dicoba/




Bekerja dengan Kelaziman Baru (New Normal)?

Sampai saat ini penyebaran virus corona masih merangkak naik setiap harinya. namun di beberapa wilayah mulai memberlakukan pelonggaran pelonggaran untuk memberikan keleluasaan bagi masyarakat mulai beraktivitas kembali, dan menggerakan sektor perekonomian yang sempat menurun. Lalu bagaimanakah ketika kita bekerja lagi sedangkan masih menghadapi ancaman penyebaran covid19 ini di luar sana?

Berikut kami merangkum dari berbagai sumber, persiapan untuk bekerja di tengah masa transisi dengan kelaziman baru alias new normal.



Saat Perjalanan dari / ke Tempat Kerja









BACA SELENGKAPNYA DI https://imanicareindonesia.or.id/2020/06/07/bekerja-dengan-kelaziman-baru-new-normal/

Rabu, 03 Juni 2020

6 Trik Mengatasi Anak yang Susah Disuruh Belajar

Biasanya anak bakal melawati fase di mana mereka sulit diatur. Termasuk untuk urusan belajar nih, Bun. Bukan nggak mungkin beberapa anak susah banget disuruh belajar.

Praktisi parenting Edy Wiyono atau Ayah Edy mengatakan ketika anak sulit disuruh belajar, banyak orang tua mengeluh dan malah memarahi anaknya. Padahal itu bisa bikin anak makin tertekan dan memberontak.
“Salah satu penyebab anak tidak mau belajar mungkin karena bidang tersebut tidak sesuai dengan minat yang dimiliki si kecil. Oleh sebab itu, baiknya gali minat anak sejak dini. Gali potensi dan mimpi mereka sejak kecil. Hindari memaksa anak tetap belajar dengan cara marah-marah atau memberikan ancaman,” kata Ayah Edy dikutip dari detikcom.Ada 6 tips yang bisa orang tua coba agar anak bisa lebih mandiri dalam belajar dan pastinya mereka lebih semangat belajar seperti dilansir Kidspot:

1. Buat jam belajar

Setiap anak memiliki fase-fase belajar, dari mulai TK sampai perguruan tinggi pastinya waktu belajar mereka berbeda. Namun, di usia sekolah dasar Bunda dan Ayah bisa mulai membiasakan anak belajar dua jam sehari.

2. Tidak memaksa anak untuk terus belajar

Hindari memaksa anak belajar padahal kita tahu anak sudah lelah di sekolah. Untuk itu, coba ajak anak istirahat sejenak dan mencoba untuk memberikan jeda supaya anak tenang dan santai ketika belajar Bun. Jangan lupa, selalu ajak anak ngobrol tentang bagaimana aktivitasnya di sekolah hari itu.



BACA SELENGKAPNYA DI : https://bundaelly.com/2020/05/08/6-trik-mengatasi-anak-yang-susah-disuruh-belajar/



World No Tobacco Day!!

Hari ini, tanggal  31 Mei 2020, diperingati sebagai Hari Anti Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. WHO mengampanyekan Hari Tanpa Tembakau Sedunia setiap tahun pada tanggal ini. Tahun ini, temanya adalah “melindungi kaum muda dari manipulasi industri dan mencegah mereka dari penggunaan tembakau dan nikotin.” WHO mengkampanyekan hal itu untuk menyanggah mitos dan mengekspose taktik yang digunakan oleh industri tembakau di dunia untuk menarik anak muda. WHO berharap bisa memberikan pengetahuan kepada generasi muda untuk mendeteksi manipulasi industri. WHO juga ingin membekali anak-anak muda dengan cara menolak taktik semacam itu. Selain itu kampanye yang digaungkan selama ini adalah menyadarkan tentang bahaya merokok bagi tubuh, terutama pada masa pandemi virus corona seperti saat ini
 Penelitian baru-baru ini menunjukkan, perokok lebih rentan mengalami kondisi parah ketika terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Merokok juga meningkatkan peluang masuknya virus dari tangan ke mulut melalui rokok yang dihisap. 

Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD, KPTI, FACP-FINASIM mengatakan, dampak lain dari kebiasaan merokok adalah risiko penyakit paru. Selain itu pun banyak akibat lainnya yang ditimbulkan. Terlebih lagi rokok dapat menyebabkan kecanduan karena ada efek adiksi dari nikotin yang menimbukan ketergantungan. Dokter Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi di RSUD dr. Pirngadi Medan Dr. Moh Ramadhani Soeroso,  M.Ked(Paru), Sp.P-K.Onk, mengatakan, ada berbagai cara untuk berhenti merokok. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk berhenti merokok secara alami: 

BACA SELENGKAPNYA DI : https://imanicareindonesia.or.id/2020/05/31/world-no-tobacco-day/